ArabLatin: nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn Artinya: 1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ mā anta bini'mati rabbika bimajnụn 2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ wa inna laka la`ajran gaira mamnụn 3. SuratAl-Waqiah (Hari Kiamat) menyentuh hati , Alfitroh Baleendah mengaji ikuti kajian kajian di masjid alfitroh setiap subuh rutinan, yuk hijrah bareng , semoga kita selalu di jalan allah , aamiin ya robal alamin. Tajwidsurat al maidah ayat 32. [مِنْ اَجْلِ] Idzhar karena ada nun sukun bertemu dengan hamzah,maka nun sukunnya dibaca jelas tidak memantul dan berdengung. [اَجْلِ] Qolqolah sughra karena ada huruf jim sukun berada pada tengah kalimat,dibaca memantul. [ذٰ] Mad asli atau mad thabii karena ada huruf yang berharokat fathah SuratAl Alaq merupakan surat ke-96, terdiri dari 19 ayat yang diturunkan di kota Mekah, sehingga masuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat Al Alaq Ayat 1-19 Latin & Artinya. 17/06/2022. Berita Terbaru. Allażī 'allama bil-qalam. Artinya: Yang mengajar (manusia) dengan pena. SuratAl Qalam. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, 29Desember 2019. Baca Surah Abasa online bahasa arab, bahasa latin dan terjemahan kedalam bahasa indonesia disertai artinya tiap-tiap ayat Surat Abasa. Surah 'Abasa merupakan surat ke 80 dalam kitab suci Al Quran. Surah 'Abasa terdiri dari 42 ayat dan termasuk juz ke 30 atau juz amma (surat pendek). Surah 'Abasa artinya "Ia Bermuka SuratAl Qalam Latin Ayat 1-52 Surat Al Haqqah Latin Ayat 1-52 Surat Al Ma'arij Latin Ayat 1-44 Surat Nuh Latin Ayat 1-28 Surat Al Jin Latin Ayat 1-28 Surat Al Muzzammil Latin Ayat 1-20 Surat Al Muddassir Latin Ayat 1-56 Surat Al Qiyamah Latin Ayat 1-40 Surat Al Insan Latin Ayat 1-31 Surat Al Mursalat Latin Ayat 1-50 Surat Al Mulk Latin Ayat 1-30 Zi1vxUA. نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَArab-Latin nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụnArtinya 1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍmā anta bini’mati rabbika bimajnụn2. berkat nikmat Tuhanmu kamu Muhammad sekali-kali bukan orang لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍwa inna laka la`ajran gaira mamnụn3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍwa innaka la’alā khuluqin aẓīm4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang وَيُبْصِرُونَfa satubṣiru wa yubṣirụn5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka orang-orang kafirpun akan melihat,بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُbi`ayyikumul-maftụn6. siapa di antara kamu yang رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَinna rabbaka huwa a’lamu biman ḍalla an sabīlihī wa huwa a’lamu bil-muhtadīn7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَfa lā tuṭi’il-mukażżibīn8. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.وَدُّوا۟ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَwaddụ lau tud-hinu fa yud-hinụn9. Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula kepadamu.وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍwa lā tuṭi’ kulla ḥallāfim mahīn10. Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍArab-Latin hammāzim masysyā`im binamīmArtinya 11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍmannā’il lil-khairi mu’tadin aṡīm12. yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍutullim ba’da żālika zanīm13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَang kāna żā māliw wa banīn14. karena dia mempunyai banyak harta dan تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَiżā tutlā alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata “Ini adalah dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”.سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِsanasimuhụ alal-khurṭụm16. Kelak akan Kami beri tanda dia di belalainya.إِنَّا بَلَوْنَٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَinnā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah, iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka musyrikin Mekah sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik hasilnya di pagi hari,وَلَا يَسْتَثْنُونَwa lā yastaṡnụn18. dan mereka tidak menyisihkan hak fakir miskin,فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَfa ṭāfa alaihā ṭā`ifum mir rabbika wa hum nā`imụn19. lalu kebun itu diliputi malapetaka yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur,فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِfa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap مُصْبِحِينَArab-Latin fa tanādau muṣbiḥīnArtinya 21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hariأَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰرِمِينَanigdụ alā ḥarṡikum ing kuntum ṣārimīn22. “Pergilah diwaktu pagi ini ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya”.فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَٰفَتُونَfanṭalaqụ wa hum yatakhāfatụn23. Maka pergilah mereka saling لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌal lā yadkhulannahal-yauma alaikum miskīn24. “Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu”.وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍ قَٰدِرِينَwa gadau alā ḥarding qādirīn25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin padahal mereka menolongnya.فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَfa lammā ra`auhā qālū innā laḍāllụn26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat jalan,بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَbal naḥnu maḥrụmụn27. bahkan kita dihalangi dari memperoleh hasilnya”.قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَqāla ausaṭuhum a lam aqul lakum lau lā tusabbiḥụn28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih kepada Tuhanmu?”قَالُوا۟ سُبْحَٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَqālụ sub-ḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn29. Mereka mengucapkan “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَٰوَمُونَfa aqbala ba’ḍuhum alā ba’ḍiy yatalāwamụn30. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَٰغِينَArab-Latin qālụ yā wailanā innā kunnā ṭāgīnArtinya 31. Mereka berkata “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas”.عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَasā rabbunā ay yubdilanā khairam min-hā innā ilā rabbinā rāgibụn32. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan kebun yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْءَاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَkażālikal-ażāb, wa la’ażābul-ākhirati akbar, lau kānụ ya’lamụn33. Seperti itulah azab dunia. Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِinna lil-muttaqīna inda rabbihim jannātin na’īm34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَa fa naj’alul-muslimīna kal-mujrimīn35. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa orang kafir?مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَmā lakum, kaifa taḥkumụn36. Atau adakah kamu berbuat demikian bagaimanakah kamu mengambil keputusan?أَمْ لَكُمْ كِتَٰبٌ فِيهِ تَدْرُسُونَam lakum kitābun fīhi tadrusụn37. Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab yang diturunkan Allah yang kamu membacanya?,إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَinna lakum fīhi lamā takhayyarụn38. bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai لَكُمْ أَيْمَٰنٌ عَلَيْنَا بَٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَam lakum aimānun alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmati inna lakum lamā taḥkumụn39. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan sekehendakmu?سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌsal-hum ayyuhum biżālika za’īm40. Tanyakanlah kepada mereka “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?”أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا۟ صَٰدِقِينَArab-Latin am lahum syurakā`, falya`tụ bisyurakā`ihim ing kānụ ṣādiqīnArtinya 41. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَyauma yuksyafu an sāqiw wa yud’auna ilas-sujụdi fa lā yastaṭī’ụn42. Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa,خَٰشِعَةً أَبْصَٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ وَقَدْ كَانُوا۟ يُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمْ سَٰلِمُونَkhāsyi’atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, wa qad kānụ yud’auna ilas-sujụdi wa hum sālimụn43. dalam keadaan pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu di dunia diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَfa żarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡ, sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn44. Maka serahkanlah ya Muhammad kepada-Ku urusan orang-orang yang mendustakan perkataan ini Al Quran. Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui,وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌwa umlī lahum, inna kaidī matīn45. dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat تَسْـَٔلُهُمْ أَجْرًا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُونَam tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn46. Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan hutang?أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَam indahumul-gaibu fa hum yaktubụn47. Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis padanya apa yang mereka tetapkan?فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌfaṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt, iż nādā wa huwa makẓụm48. Maka bersabarlah kamu hai Muhammad terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah kepada kaumnya.لَّوْلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعْمَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُومٌlau lā an tadārakahụ ni’matum mir rabbihī lanubiża bil-arā`i wa huwa mażmụm49. Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَfajtabāhu rabbuhụ fa ja’alahụ minaṣ-ṣāliḥīn50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌArab-Latin wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami’uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụnArtinya 51. Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata “Sesungguhnya ia Muhammad benar-benar orang yang gila”.وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَwa mā huwa illā żikrul lil-ālamīn52. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh ke-68 al-Qalam, artinya Pena, lengkap ayat 1-52. Kandungan dari surat ini memperlihatkan ilmu dan akhlak Nabi -ṣallallāhu alaihi wa sallam- untuk mendukung beliau setelah gangguan orang-orang musyrik terhadap beliau. أَفَنَجْعَلُ ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَ Arab-Latin A fa naj'alul-muslimīna kal-mujrimīnArtinya Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa orang kafir? Al-Qalam 34 ✵ Al-Qalam 36 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Menarik Terkait Surat Al-Qalam Ayat 35 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qalam Ayat 35 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah menarik dari ayat ini. Didapatkan sekumpulan penjabaran dari berbagai mufassir terhadap makna surat Al-Qalam ayat 35, di antaranya seperti tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia35-36. Apakah patut Kami menjadikan orang-orang yang tunduk dengan ketaatan kepada Allah itu sama dengan orang-orang kafir? Ada apa dengan kalian? Mengapa kalian menetapkan hukum yang zhalim ini dengan menyamakan keduanya dalam pahala?📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram35. Maka apakah Kami akan menyamakan orang-orang Islam dengan orang-orang kafir dalam pemberian balasan sebagaimana yang dikira oleh orang-orang musyrik dari penduduk Makkah?📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah35. Allah mengingkari orang-orang musyrik bahwa Dia tidak akan menyamakan perhitungan dan balasan antara orang yang beriman dan berserah diri kepada-Nya dengan orang yang tidak dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah35. أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa Pemuka-pemuka kafir Quraisy berkata “jika memang yang dikatakan Muhammad itu benar, niscaya keadaan kita dan keadaan orang-orang beriman akan seperti keadaan kita semua di dunia, kita akan mendapatkan kenikmatan surga di akhirat sebagaimana mereka juga mendapatkannya.” Maka Allah mengabarkan bahwa bukanlah suatu keadilan jika antara orang yang taat dengan orang yang durhaka disamaratakan.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah34-35. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa di sisi Tuhan mereka di akhirat kelak adalah surga-surga yang dapat mereka nikmati selama-lamanya. Apakah pantas kami akan menyamakan tempat tinggal dan balasan orang-orang muslim dengan orang-orang kafir?!📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahApakah patut Kami memperlakukan orang-orang muslim seperti orang-orang yang durhakaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H34-41. Allah mengabarkan apa yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa yang menjaga diri dari kekufuran dan berbagai kemaksiatan, berupa berbagai macam kenikmatan dan kehidupan sentosa di dekat Allah, Dzat Yang Mahamulia. Kebijaksanaan Allah tidak menyamakan antara orang-orang yang bertakwa yang menunaikan hak-hak Rabb mereka, tunduk pada perintah-perintahNya dan yang meniti ridhaNya seperti orang-orang pendosa yang larut dalam kemaksiatan, mengkufuri ayat-ayatNya, membangkang rasul-rasulNya dan memerangi para kekasihNya. Jika ada yang mengira balasan kedua golongan tersebut sama, tentu hukum yang berlaku tidak adil. Hukumnya batil dan pandangannya tidak benar. Jika para pendosa mengira demikian, mereka sama sekali tidak memiliki sandaran. Bukan kitab yang mereka pelajari dan baca yang menyebutkan bahwa mereka adalah penghuni surga, mereka mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dan pilih, mereka juga tidak memiliki janji dan sumpah sempurna di sisi Allah pada Hari Kiamat bahwa mereka akan mendapatkan apa pun yang mereka putuskan, mereka juga tidak memiliki sekutu dan teman yang membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika mereka memiliki sekutu dan teman, silahkan mereka datangkan jika mereka adalah orang-orang yang benar. Sebagaimana diketahui, semua hal itu tidak ada. Mereka tidak memiliki kitab dan janji di sisi Allah akan mendapatkan keselamatan, mereka juga tidak memiliki sekutu yang akan menolong mereka. Maka dapat diketahui bahwa klaim mereka batil belaka. Allah berfirman, “Tanyakanlah kepada mereka, Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu’.” Maksudnya, siapa yang bertanggung jawab atas klaim yang jelas-jelas batil ini. Tidak akan ada seorang pun yang mau mengakui dan bertanggung jawab.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Qalam ayat 35 35-36. Allah berkata dengan maksud pengingkaran Apakah Aku menjadikan muslim yang jujur sama dengan kafir yang musyrik ? Atau adakah kamu berbuat demikian sebagaimana orang-orang muslim, bagaimanakah kamu mengambil keputusan wahai orang-orang musyrik atas perbuatanmu yang menyimpang bengkok dan sewenang-wenang ? Dan itulah orang-orang musyrik Mekkah, mereka mengatakan Jika disana terdapat akhirat dan hari kebangkitan, maka tidaklah serta merta menjadikan Muhammad dan pengikutnya lebih baik keadaannya dibandingkan kami. Dan atas keburukan mereka, kami akan bandingkan di antara mereka dengan orang yang beriman. Inilah tipuan mereka yang tak jelas dan bujuk rayu mereka kepada kaum muslimin.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, apakah sama balasan yang disediakan Allah untuk masing-masing mereka? Tentu tidak dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qalam Ayat 3534-35. Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan di sisi tuhannya. Kaum kafir merasa bahwa mereka akan memperoleh yang lebih baik dari yang dijanjikan kepada kaum muslim tersebut, maka ayat ini menyanggah anggapan tersebut. Apakah patut kami memperlakukan orang-orang lslam itu seperti orang-orang yang berdosa yaitu orang-orang kafir' tentu saja tidak mungkin keduanya dipersamakan. 36-38 kecaman atas anggapan kaum musyrik itu masih dilanjutkan dalam ayat ini. Mengapa kamu berbuat demikian, mempersamakan antara kaum muslim dengan orang kafir' bagaimana kamu mengambil keputusan yang tidak adil itu' logika apa yang kamu gunakan' kalau kamu tidak memiliki dalil aqli yang dapat diterima akal sehat, atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan Allah yang kamu pelajari, sehingga menemukan ketentuan bahwa sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya'.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah bermacam penjabaran dari beragam mufassir mengenai makna dan arti surat Al-Qalam ayat 35 arab-latin dan artinya, moga-moga berfaidah bagi ummat. Dukunglah dakwah kami dengan mencantumkan backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Tersering Dilihat Kaji banyak materi yang tersering dilihat, seperti surat/ayat Thaha, An-Nisa 146, An-Nur 26, Al-Baqarah 168, Al-Baqarah 152, Al-Jumu’ah 10. Ada pula Al-Anfal, Al-Ahzab 56, An-Nisa 29, Ali Imran 110, Al-Insyirah 6, Al-Jatsiyah. ThahaAn-Nisa 146An-Nur 26Al-Baqarah 168Al-Baqarah 152Al-Jumu’ah 10Al-AnfalAl-Ahzab 56An-Nisa 29Ali Imran 110Al-Insyirah 6Al-Jatsiyah Pencarian surat an naba 1-15, arti dari innalillahi, yaumul taghabun adalah, surah 101, fasobrun jamil artinya Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah 1 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ nūn, wal-qalami wa mā yasṭurụn Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, 2 مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ mā anta bini'mati rabbika bimajnụn dengan karunia Tuhanmu engkau Muhammad bukanlah orang gila. 3 وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ wa inna laka la`ajran gaira mamnụn Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4 وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ wa innaka la'alā khuluqin 'aẓīm Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. 5 فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُوْنَۙ fa satubṣiru wa yubṣirụn Maka kelak engkau akan melihat dan mereka orang-orang kafir pun akan melihat, 6 بِاَيِّىكُمُ الْمَفْتُوْنُ bi`ayyikumul-maftụn siapa di antara kamu yang gila? 7 اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk. 8 فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ fa lā tuṭi'il-mukażżibīn Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. 9 وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَۚ waddụ lau tud-hinu fa yud-hinụn Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak pula. 10 وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ wa lā tuṭi' kulla ḥallāfim mahīn Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, 11 هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ hammāzim masysyā`im binamīm suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, 12 مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ mannā'il lil-khairi mu'tadin aṡīm yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, 13 عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ 'utullim ba'da żālika zanīm yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya, 14 اَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيْنَۗ ang kāna żā māliw wa banīn karena dia kaya dan banyak anak. 15 اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ iżā tutlā 'alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “Ini adalah dongeng-dongeng orang dahulu.” 16 سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ sanasimuhụ 'alal-khurṭụm Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalainya. 17 اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ innā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah, iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn Sungguh, Kami telah menguji mereka orang musyrik Mekah sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, 18 وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ wa lā yastaṡnụn tetapi mereka tidak menyisihkan dengan mengucapkan, “Insya Allah”. 19 فَطَافَ عَلَيْهَا طَاۤىِٕفٌ مِّنْ رَّبِّكَ وَهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَ fa ṭāfa 'alaihā ṭā`ifum mir rabbika wa hum nā`imụn Lalu kebun itu ditimpa bencana yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. 20 فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, 21 فَتَنَادَوْا مُصْبِحِيْنَۙ fa tanādau muṣbiḥīn lalu pada pagi hari mereka saling memanggil. 22 اَنِ اغْدُوْا عَلٰى حَرْثِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صَارِمِيْنَ anigdụ 'alā ḥarṡikum ing kuntum ṣārimīn ”Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.” 23 فَانْطَلَقُوْا وَهُمْ يَتَخَافَتُوْنَۙ fanṭalaqụ wa hum yatakhāfatụn Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik. 24 اَنْ لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِّسْكِيْنٌۙ al lā yadkhulannahal-yauma 'alaikum miskīn ”Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.” 25 وَّغَدَوْا عَلٰى حَرْدٍ قَادِرِيْنَ wa gadau 'alā ḥarding qādirīn Dan berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin padahal mereka mampu menolongnya. 26 فَلَمَّا رَاَوْهَا قَالُوْٓا اِنَّا لَضَاۤلُّوْنَۙ fa lammā ra`auhā qālū innā laḍāllụn Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat, 27 بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ bal naḥnu maḥrụmụn bahkan kita tidak memperoleh apa pun,” 28 قَالَ اَوْسَطُهُمْ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُوْنَ qāla ausaṭuhum a lam aqul lakum lau lā tusabbiḥụn berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih kepada Tuhanmu.” 29 قَالُوْا سُبْحٰنَ رَبِّنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ qālụ sub-ḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn Mereka mengucapkan, “Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.” 30 فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَلَاوَمُوْنَ fa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatalāwamụn Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. 31 قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا طٰغِيْنَ qālụ yā wailanā innā kunnā ṭāgīn Mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas. 32 عَسٰى رَبُّنَآ اَنْ يُّبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ اِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا رَاغِبُوْنَ 'asā rabbunā ay yubdilanā khairam min-hā innā ilā rabbinā rāgibụn Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan kebun yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.” 33 كَذٰلِكَ الْعَذَابُۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ każālikal-'ażāb, wa la'ażābul-ākhirati akbar, lau kānụ ya'lamụn Seperti itulah azab di dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar se-kiranya mereka mengetahui. 34 اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ inna lil-muttaqīna 'inda rabbihim jannātin na'īm Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya. 35 اَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَۗ a fa naj'alul-muslimīna kal-mujrimīn Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa orang kafir? 36 مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَۚ mā lakum, kaifa taḥkumụn Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimana kamu mengambil keputusan? 37 اَمْ لَكُمْ كِتٰبٌ فِيْهِ تَدْرُسُوْنَۙ am lakum kitābun fīhi tadrusụn Atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan Allah yang kamu pelajari? 38 اِنَّ لَكُمْ فِيْهِ لَمَا تَخَيَّرُوْنَۚ inna lakum fīhi lamā takhayyarụn sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya. 39 اَمْ لَكُمْ اَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ اِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُوْنَۚ am lakum aimānun 'alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmati inna lakum lamā taḥkumụn Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan sekehendakmu? 40 سَلْهُمْ اَيُّهُمْ بِذٰلِكَ زَعِيْمٌۚ sal-hum ayyuhum biżālika za'īm Tanyakanlah kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?” 41 اَمْ لَهُمْ شُرَكَاۤءُۚ فَلْيَأْتُوْا بِشُرَكَاۤىِٕهِمْ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَ am lahum syurakā`, falya`tụ bisyurakā`ihim ing kānụ ṣādiqīn Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar. 42 يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَّيُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَۙ yauma yuksyafu 'an sāqiw wa yud'auna ilas-sujụdi fa lā yastaṭī'ụn Ingatlah pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu, 43 خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗوَقَدْ كَانُوْا يُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ وَهُمْ سَالِمُوْنَ khāsyi'atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, wa qad kānụ yud'auna ilas-sujụdi wa hum sālimụn pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu di dunia mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat tetapi mereka tidak melakukan. 44 فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَدِيْثِۗ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَۙ fa żarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡ, sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya'lamụn Maka serahkanlah kepada-Ku urusannya dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini Al-Qur'an. Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui, 45 وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ wa umlī lahum, inna kaidī matīn dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh. 46 اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۚ am tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn Ataukah engkau Muhammad meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan utang? 47 اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَ am 'indahumul-gaibu fa hum yaktubụn Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya? 48 فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt, iż nādā wa huwa makẓụm Maka bersabarlah engkau Muhammad terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti Yunus orang yang berada dalam perut ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih. 49 لَوْلَآ اَنْ تَدَارَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ lau lā an tadārakahụ ni'matum mir rabbihī lanubiża bil-'arā`i wa huwa mażmụm Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. 50 فَاجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ fajtabāhu rabbuhụ fa ja'alahụ minaṣ-ṣāliḥīn Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh. 51 وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami'uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụn Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, “Dia Muhammad itu benar-benar orang gila.” 52 وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ wa mā huwa illā żikrul lil-'ālamīn Padahal Al-Qur'an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. BerikutnyaSurat Al Haqqah Tulisan atau Teks Latin Surat Al Qalam. Surat yang ke-68 di dalam Al Qur’an dan terdiri dari 52 ayat. Baca juga surat Al Qalam teks Arab, terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Al Qalam – القلم 1. nuun waalqalami wamaa yasthuruuna 2. maa anta bini’mati rabbika bimajnuunin 3. wa-inna laka la-ajran ghayra mamnuunin 4. wa-innaka la’alaa khuluqin azhiimin 5. fasatubshiru wayubshiruuna 6. bi-ayyikumu almaftuunu 7. inna rabbaka huwa a’lamu biman dhalla an sabiilihi wahuwa a’lamu bialmuhtadiina 8. falaa tuthi’i almukadzdzibiina 9. wadduu law tudhinu fayudhinuuna 10. walaa tuthi’ kulla hallaafin mahiinin 11. hammaazin masysyaa-in binamiimin 12. mannaa’in lilkhayri mu’tadin atsiimin 13. utullin ba’da dzaalika zaniimin 14. an kaana dzaa maalin wabaniina 15. idzaa tutlaa alayhi aayaatunaa qaala asaathiiru al-awwaliina 16. sanasimuhu alaa alkhurthuumi 17. innaa balawnaahum kamaa balawnaa ash-haaba aljannati idz aqsamuu layashrimunnahaa mushbihiina 18. walaa yastatsnuuna 19. fathaafa alayhaa thaa-ifun min rabbika wahum naa-imuuna 20. fa-ashbahat kaalshshariimi 21. fatanaadaw mushbihiina 22. ani ighduu alaa hartsikum in kuntum shaarimiina 23. fainthalaquu wahum yatakhaafatuuna 24. an laa yadkhulannahaa alyawma alaykum miskiinun 25. waghadaw alaa hardin qaadiriina 26. falammaa ra-awhaa qaaluu innaa ladaalluuna 27. bal nahnu mahruumuuna 28. qaala awsathuhum alam aqul lakum lawlaa tusabbihuuna 29. qaaluu subhaana rabbinaa innaa kunnaa zhaalimiina 30. fa-aqbala ba’dhuhum alaa ba’dhin yatalaawamuuna 31. qaaluu yaa waylanaa innaa kunnaa thaaghiina 32. asaa rabbunaa an yubdilanaa khayran minhaa innaa ilaa rabbinaa raaghibuuna 33. kadzaalika al’adzaabu wala’adzaabu al-aakhirati akbaru law kaanuu ya’lamuuna 34. inna lilmuttaqiina inda rabbihim jannaati alnna’iimi 35. afanaj’alu almuslimiina kaalmujrimiina 36. maa lakum kayfa tahkumuuna 37. am lakum kitaabun fiihi tadrusuuna 38. inna lakum fiihi lamaa takhayyaruuna 39. am lakum aymaanun alaynaa baalighatun ilaa yawmi alqiyaamati inna lakum lamaa tahkumuuna 40. salhum ayyuhum bidzaalika za’iimun 41. am lahum syurakaau falya/tuu bisyurakaa-ihim in kaanuu shaadiqiina 42. yawma yuksyafu an saaqin wayud’awna ilaa alssujuudi falaa yastathii’uuna 43. khaasyi’atan abshaaruhum tarhaquhum dzillatun waqad kaanuu yud’awna ilaa alssujuudi wahum saalimuuna 44. fadzarnii waman yukadzdzibu bihaadzaa alhadiitsi sanastadrijuhum min haytsu laa ya’lamuuna 45. waumlii lahum inna kaydii matiinun 46. am tas-aluhum ajran fahum min maghramin mutsqaluuna 47. am indahumu alghaybu fahum yaktubuuna 48. faishbir lihukmi rabbika walaa takun kashaahibi alhuuti idz naadaa wahuwa makzhuumun 49. lawlaa an tadaarakahu ni’matun min rabbihi lanubidza bial’araa-i wahuwa madzmuumun 50. faijtabaahu rabbuhu faja’alahu mina alshshaalihiina 51. wa-in yakaadu alladziina kafaruu layuzliquunaka bi-abshaarihim lammaa sami’uu aldzdzikra wayaquuluuna innahu lamajnuunun 52. wamaa huwa illaa dzikrun lil’aalamiina 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID kUMyYlXzfOBxbLH3gOKPiNEmaYq2dWih4U8ojB8SQIPijL3lc-5EPw==

latin surat al qalam